Demografi Penduduk

 

a.    Letak Geografis dan Batas Adminstrasi

Desa Metuk memiliki batas wilayah sebagai berikut :

–          Sebelah utara                  :    Desa Dlingo

–          Sebelah Selatan              :    Desa Kragilan

–          Sebelah timur                  :    Desa Brajan

–          Sebelah Barat                 :    Desa Karanggenen Kec. Boyolali

b.    Kondisi Fisik

1).  Topografi

Kondisi Topografi Desa Metuk yang dibagi menjadi 4  Wilayah Kadus yang terdiri dari 25 RT. Adapun pembagian wilayah tersebut sebagai berikut   :

a)    Kadus I       :    Meliputi 5 RT

b)    Kadus II      :    Meliputi 8 RT

c)    Kadus III     :    Meliputi 4 RT

d)    Kadus IV    :    Meliputi 8 RT

Secara keseluruhan wilayah Desa Metuk tergolong datar dengan kemiringan 2 – 15 % dan ketinggian ±. 300 meter diatas permukaan laut.

2).  Klimatologi

Berdasarkan kondisi iklimnya , Desa Metuk dapat digolongkan sebagai wilayah dengan karakteristik lembab dengan curah hujan 2.368 mm / tahun dan jumlah bulan kering 5 bulan.

3).  Hidrologi

Kondisi Hidrologi Desa Metuk dibagi menjadi 3 yaitu air permukaan berupa sungai Sirau dan air tanah dengan debit berkisar antara 10 – 100 M³/ hari dengan produksi rata-rata 5 – 15 liter/detik, selain itu masih dan bendungan Sasono sari Serta Umbul Kebakan.

4).  Jenis Tanah

Desa Metuk memiliki jenis tanah yang pada umumnya termasukjenis tanah ini cukup sesuai untuk kegiatan pertanian namun cukup labil, sehingga mengakibatkan banyak jalan di Desa Metuk yang cepat rusak.

5).  Kondisi Lingkungan

Desa Metuk memliki karakteristik lingkungan berupa dataran rendah dengan lingkungan basah dan kering. Karakter lingkungan wilayah ini mempengaruhi jenis usaha pertanian tanaman pangan, dengan pengembangan pada lingkungan  :

v Tanah Basah :  Yaitu upaya pengembangan usaha pertanian yang betul-betul modern dengan mengembangkan penggunaan pupuk organic, sehingga Desa Metuk mampu memberikan kontribusi terhadap  dalam swadaya beras.

v  Tanah Kering  :   Yaitu sangat Cocok untuk pengembangan pertanian tanaman pangan lahan kering, khususnya palawija.

Sedangkan untuk permasalahan lingkungan hidup yang cukup mencolok yaitu dengan keberadaan peternakan ayam potong, yang lokasinya sebagian sangat dekat dengan lokasi pemukiman penduduk. Walaupun selama ini masalah pengaruh polusi dan lalat masih terkendali, namun yang perlu perhatian khusus dalam pengendaliannya sehingga benar-benar tidak akan mengganggu masyarakat dan lingkungan sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik.

Berita Terkini
Pemkab Bangun Sentra UMKM
Rabu 18 Oktober 2017
Rembug Warga